Minggu, 20 Maret 2016

Sistem Pernapasan Manusia


1.      Pengertian Pernapasan

Pernapasan (Respirasi) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung (oksigen) serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbon dioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh.

2.      Proses Pernapasan

Proses pernapasan meliputi 2 tahap yaitu sebagai berikut :

a.       Proses inspirasi, yaitu proes pengisapan oksigen dari luar ke dalam paru-paru.

b.      Proses ekspirasi, yaitu proses ketika menghembuskan udara.

3.      Macam-Macam Pernapasan

a.       Berdasarkan tempat terjadinya, pernapasan manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :

1)      Pernapasan dalam (internal)

Yaitu pertukaran udara dari aliran darah dengan udara dari sel-sel tubuh.

2)      Pernapasan luar (eksternal)

Yaitu pertukaran oksigen di dalam alveolus dengan karbon dioksida di dalam darah.

b.      Berdasarkan mekanismenya, pernapasan manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :

1)      Pernapasan dada, terjadi karena aktivitas otot antar tulang rusuk

a)      Fase inspirasi

Tulang rusuk berkontraksi – tulang rusuk naik – volume rongga dada membesar – tekanan udaranya kecil – udara masuk.

b)      Fase ekspirasi

Tulang rusuk mengendur – tulang rusuk turun – volume rongga dada mengecil berakibat tekanan udaranya besar – udara keluar.

2)      Pernapasa perut (diafragma), terjadi karena aktivitas otot diafragma.

a)      Fase inspirasi

Bila otot diafragma berkontraksi maka diafragmamendatar, rongga dada membesar, tekanan udara di paru-paru mengecil dan udara masuk ke paru-paru.

b)      Fase ekspirasi

Bila otot diafragma relaksasi, maka diafragma melengkung, tekanan udara di paru-paru membesar dan udara keluar dari paru-paru.

4.      Struktur dan Fungsi Alat-Alat Pernapasan Pada Manusia

1)      Rongga Hidung

Merupakan tempat keluar masuknya udara dari luar. Dilengkapi dengan rambut-rambut kecil (silia) dan selaput lendir. Didalam rongga hidung terjadi penyaringan udara dan penghangatan.

Fungsi hidung antara lain :

a)      Menghangatkan udara, karena di sekitar rongga hidung terdapat banyak sekali pembuluh darah yang sangat kecil dan sangat tipis dindingnya.

b)      Melembabkan udara, karena hidung mensekresikan lendir.

c)      Membersihkan udara, adanya lendir yang terdapat pada hidung dapat menjerat kotoran atau kuman dan adanya bulu-bulu getar di dalam rongga hidung yang berfungsi sebagai penyaring udara.

2)      Faring dan Laring

Faring (rongga tekak) merupakan rongga pertigaan ke arah saluran pencernaan (esofagus), saluran pernapasan (batang tenggorok) dan saluran hidung. Sedangkan laring merupakan pangkal batang tenggorok. Di dalam laring terdapat pita suara (siring). Pada laring juga terdapat katup epiglotis yang berfungsi mengatur pergantian udara pernapasan dan makanan pada persimpangan. Dengan demikian kita tidak tersedak saat makan.

3)      Trakea (batang tenggorok)

Dinding trakea terdiri atas tiga lapisn sel, berturut-turut dari dalam adalah lapisan epitelium ( bersiia dan berlendir), lapisan tulang rawan yang berotot polos dan lapisan terluar yang terdiri dari jaringan pengikat. Pada bagian dalam trakea terdat banyak silia yang berfungsi menyau keluar setiap cairan atau partikel-partikel asing yang masuk akibat bernapas dengan mulut.

4)      Bronkus (cabang batang tenggorok)

Bronkus merupakan cabang batang tenggorok ke kiri dan ke kanan, mempunyai struktur sama dengan tenggorokan. Di dalam paru-paru, bronkus sebelah kanan bercabang tiga, sedangkan bronkus di sebelah kiri bercabang dua. Jumlah bronkus sama dengan julah lobus paru-paru. Bronkus yang kiri posisinya lebih “mendatar” dibandingkan yang kanan.

5)      Bronkiolus (cabang bronkus)

Dari bronkus, udara masuk ke cabang bronkus yang semakin halus lagi, disebut bronkiolus. Cincin tulang rawan sudah tidak ada lagi. Bronkiolus berakhir sebagai gelembung-gelembung halus yang disebut alveolus. Di dalm alveolus inilah tempat pertukaran udara yang mengandung oksigen dan karbon dioksida.

6)      Paru-paru (pulmo)

Paru-paru berada di dalam rongga dada tepat di atas diafragma. Dibungkus oleh selaput pembungkus paru-paru (pleura) rangkap dua. Di antara keduanya terisi oleh cairan limfe yang berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gesekan ketika kembang kempis. Di dalam paru-paru, brokiolus bercabang lagi membentuk alveolus.

Alveolus untuk pertukaran gas dengan ciri-ciri berikut.

a)      Alveolus mempunyai luas permukaan besar, untuk mempercepat peresapan gas.

b)      Alveolus bermembran tipis setebal satu sel, yaitu gas yang meresap dapat melaluinya dengan mudah.

c)      Dinding alveous selalu lembab karena diselaputi oleh satu lapisan cair sebagai tempat melarutnya oksigen dan karbon dioksida.

d)     Dinding dipenuhi kapiler darah untuk mengangkut gas respirasi.

 

5.      Gangguan Pada Sistem Pernapasan Manusia

1.      Asma / sesak napas, penyempitan saluran napasakibat otot polos pembentuk dinding saluran terus berkontraksi, disebabkan alergi atau kekurangan hormon adrenalin.

2.      Asfiksi, gangguan pengangkutan dan penggunaan oksigen oleh jaringan akibat tenggelam, pneumonia, keracunan CO.

3.      Asidosis, akibat peningkatan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah.

4.      Tonsilitis, infeksi pada tonsil yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Jika terjadi pada faring memnyebabkan amandel, jika di limfa menyebabkan polip, dan jika di dinding nasofaring menyebabkan adenoid.

5.      Pneumonia,  radang paru-paru akibat infeksi bakteri Diplococcus pneumonia.

6.      Difteri, penyumbatan faring/laring oleh lendir akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae.

7.      Emfisema,  menggelembungnya paru-paru akibat perluasan alveolus berlebihan.

8.      Tuberculosis (TBC), penyakit paru-paru akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosa.

9.      Peradangan pada sistem pernapasan :

a)      Bronkitis adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya peradangan pada bronkus.

b)      Pleuritis adalah peradangan pada selaput rongga dada (pleura) sehingga mengalami penambahan cairan intrapleura. Akibatnya timbul rasa nyeri saat bernapas.

c)      Laringitis adalah peradangan pada laring.

d)     Tonsilitis adalah radang karena infeksi  oleh bakteri tertentu pada tonsil. Gejala tonsilitis antara lain tenggorokan sakit, sulit menelan, suhu tubuh naik, demam, dan otot-otot terasa sakit.

e)      Faringitis merupakan peradangan pada faring. Akibat yang ditimbulkan gangguan ini adalah nyeri saat menelan makanan atau kerongkongan terasa kering. Penyebabnya yakni infeksi oleh bakteri atau virus, kemudian bisa juga karena terlalu banyak merokok.

f)       Sinusitis adalah peradangan pada bagian atas rongga hidung.